Pelangi Di Bola Mata

Category : puisi

Pelangi di bola mata
Pelangi dibawa larut ke dalam hati
Mampukah mewarna di sana?
Di sisi mana kesedihan melayang?
Di palung tak berdasar bunga tumbuh mekar?

Andaikan layu, tak akan pernah ada yang tahu

Andai tinta selaksa
Tumpah di pasir gurun
Mampukah mewarna disana?
Retak dibawa angin
Menjadi lapuk butiran sepi

Ketika perahu menusuk lautan
Adakah hilang rasa air segara?
Tak bisa mewarna rumah karang,
ikan kecil dan gurita raksasa

Masih seperti dahulu gembira suka

Meski angin menderu keras
Meretas buih ombak gemuruh
Melempar kail dan jala nelayan

Mampukah menulis syair cinta,
pada hati yang sedang nestapa

Suatu sore gembala beryanyi
Memikat serumpun ilalang

Siapa bawakan seribu madu?
Untuk hati yang sedang sepi

Di palung tak berdasar bunga tumbuh mekar,
Andaikan layu, tak akan pernah ada yang tahu.

Maaf jika dirimu ada di hatiku [puisi]

Category : puisi

Apa yang seharusnya terjadi,
untuk melupakan semua ini,
dan membuang semua yang tersisa dari seluruh hatiku,
ke dasar palung samudera, atau ke pekat sudut langit yang sangat jauh,
hilang ke dalam kabut gunung, ke jurang dalam, atau di belantara rimba

Tuhan,
masih saja bunga bermekaran di hatiku,
sedangkan daun layu berguguran
sedangkan ini salah dan tak pada tempatnya

Hatiku dahulu terlalu berwarna pucat,
sedangkan kini sengsara penuh warna

Maaf  jika dirimu ada di hatiku

Ranum Jelita

Category : puisi

BASAH HUJAN KEPAGIAN
REDUPKAN ANGKUH MENTARI BERPIJAR
MENEPIS PELUKAN HANGAT MENCENGKERAM
MERAYU, MENDEKAP ERAT
SIRNAKAN TAPAK LANGKAH MEMUDAR

BIAR…
BUMI TENGADAH BEKU MEMBISU,
LANGIT LUNGLAI MURAM TEMARAM

JANGAN PERNAH SESALI KARUNIA ILAHI INI
TETAPLAH RANUM JELITAKU

MEREKAH RUAH MEMPESONA
MEMBUAI,TERLELAP BERPIJAK
DI HAMPA KERINGNYA HATI

TETAPLAH RANUM JELITAKU
BERBUNGA MEKAR MEWANGI SEMERBAK

DENDANGKAN NYANYI SUNYI SYAIR NAN RIANG
MERAJUT HAMPARAN DI RAPUH TITIAN
BIAR BASAH SEMESTA INI

KEPAKKAN RINDU MEREBAK ASA
SEIRING KICAU SULING PIPIT MELAGU SEDU
DONGENGKAN HARAPAN DI SARANG PERADUAN

RINDUKAN AKU JELITAKU

ANGAN MENGANGAN MENANTI RUPA
DI DERAI DERAS HUJAN PAGI
HADIRKAN SENYUM MENGHELA LARA
RANUM MEKAR JELITA MERONA

CANTIKLAH PARASMU CANTIKLAH HATIMU

Perasaanmu : Luka yang sangat dalam Di setiap percakapan kita…..

Category : puisi

Luka yang sangat dalam
Di setiap percakapan kita
Entah sampai kapan menjadi suatu pertanda
Bahwa kau telah begitu dekat
Dengan diriku….

Ada kalanya luka
Menumbuhkan rasa rindu
Dan jalan yang kita tanami dengan janji
Memanggil setiap perihku menjadi perasaanmu

Kadang aku ingin hidup tanpa seorang teman
Mendengarkan lagu yang dirimu nyanyikan
Semata-mata agar dirimu tahu
Betapa ingin ku lihat perasaanmu

Setiap membariskan bunga di mataku
Pulang menanti untuk dirindukan
Aku tahu…
Bahwa itu hanya sebuah khayalan
Yang tak mampu memanggil suara hati
Dari kehidupanmu.

[Puisi  ini yg buat Pipimerah, dulu bngd …]