Temanku Merekam Adegan Ciuman Dia Dengan Kekasihnya

Category : kotaku, nusantara

[Pipimerah.com] Cerita ini mungkin sudah usang, tapi aku benar-benar terkejut dengan akibat yang ditimbulkannya. Karena itu terjadi pada temanku sendiri. Atau…mungkin aku terlalu ketinggalan di belakang[??] ..atau, kejadian ini hal yang biasa bagi banyak orang[??]

Masih ingat video porno [mirip] ‘Ariel-Luna-Tari’ yang beredar di masyarakat awal Juni 2010. Video itu menjadi video porno terpopuler di tanah air. Jutaan copy video itu tersimpan di folder video di banyak ponsel baik milik remaja atau orang tua. Banyak juga copy dalam bentuk disk.

Sebenarnya tak bermaksud buka kasus itu lagi, tapi kejadian yang ini mungkin bisa menjadi bahan perbandingan dan perenungan agar kita bisa menyikapi peristiwa yang terjadi. Entah karena terpengaruh video mereka atau memang sudah lazim, temanku merekam atau tepatnya men-dokumentasikan adegan ciuman dia dengan kekasihnya di gallery foto hapenya! Hal yang biasa…mungkin?! Secara, aku tak sengaja melihatnya hanya di folder foto. Tak tertutup kemungkinan ada file rekaman mereka yang lain, misal  video [mesum] mereka berdua!

Ah-terlalu berprasangka…. Iya kali! Tapi bukan itu maksudnya! Ini sebagai pelajaran bahwa siapa saja bisa melakukan hal seperti kasus video porno [mirip] ‘Ariel-Luna-Tari’.  Bisa dia, aku, atau kamu.

Temanku tadi hanya salah satu dari banyak pasangan-pasangan yang merekam sendiri adegan [mesum] mereka. Entah untuk tujuan apa. Tak menjadi masalah kalau mereka bukan public figur dan rekaman itu hanya  untuk privasi mereka sendiri. Lain halnya jika menjadi tontonan dan tersebar ke masyarakat umum. Terlebih jika menjadi hits dan menjadi pemicu banyak kejahatan seksual di masyarakat.

“Potret kelam dari moral bangsa. Kegagalan aturan masyarakat, hukum negara, dakwah agama”

Ariel-Luna-Tari mungkin hanya sebagai tumbal dari  kasus pornografi di negeri ini yang tersingkap ke permukaan. Masih banyak lorong-lorong gelap yang dipenuhi pelaku-pelaku yang berjalan tanpa norma dan agama.

Sekali lagi, yang kulihat hanya foto-foto temanku sedang berciuman dengan kekasihnya.

Panggung Kecil

Category : kotaku

[ Klik gambar untuk melihat foto-foto Panggung Kecil ]

Ada bagiannya orang-orang yang bekerja di belakang panggung. Bukan artis, yang datang disanjung banyak orang, menjadi fantasi bagi fansnya. Juga bukan penonton yang kagum dengan penampilan yang sebagian besar menipu. Jarang ada ucapan terimakasih tertuju pada orang-orang ini. Atau kalaupun ada, letaknya  di penghujung daftar. Sebaliknya, berada di urutan teratas daftar yang harus dimaki jika segalanya terjadi berantakan. Besar atau kecil pertunjukan, semua membutuhkan orang-orang yang tulus ikhlas bekerja menurut bagiannya.  Bagian kita dimana!?

Artis! Enak ya?! Banyakan senengnya daripada engga’nya. Akupun pinginnya jadi artisnya. Dilihat ratusan pasang mata. Disayang. Dicinta. Diidolakan. Tak perlu selangit, yang penting modal Pe-De. Sayangnya tak ada sekolah jurusan Pe-De. Tapi herannya banyak lulusannya. Dipaksakan!

So’ Artis. Jangan pernah menjadi seperti orang-orang ini. Di panggung diusir oleh panitia atau dilempari cacian oleh penonton. Lebih parah lagi kalau terbawa di kehidupan nyata, betulan dilempari batu orang sekampung! Pergi sana main di pentas negeri orang, baru main di panggung ‘kecil’ ini!!

Penonton. Apakah tak membosankan pertunjukan ini sehingga mata enggan beralih?! Apakah hanya jadi penonton?!

Ada nada iri ya? Iya! Daripada nada fals yang diperdengarkan.