Siapa Bilang Facebook Itu Sampah!

Category : disclaimer, facebook

[pipimerah.com] Facebook itu ‘gratis’…dan…kebanyakan orang suka yang gratis-gratis. Selainnya, Facebook itu memikat! Sekali kamu membuat akun disana, system Facebook akan selalu mengikat kamu agar selalu aktif, setidaknya sulit untuk meninggalkan situs itu.

Dimulai pada tahun 2004 oleh Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa di Harvard, situs Facebook dibangun dan segera melesat meninggalkan pesaing-pesaingnya di mySpace, Bebo, atau Friendster. Sekarang pengguna Facebook lebih dari 500juta…Wow!! Layout yang mudah dimengerti, kemampuan chat, serta beragam aplikasi di dalamnya membuat Facebook segera menjadi situs teratas di social networking (jejaring sosial dunia maya). Pengguna Facebook meningkat dalam hitungan yang fantastis, dan semakin mengibarkan pundi2 kekayaan dari pemiliknya.

Tetapi, pernahkah terpikirkan bagaimana mengelola database Facebook yang sangat rumit dan besar itu? Tiap hari jutaan status post , foto, tag, coment di-upload ke database mereka. Jutaan link yang saling bertautan dan secara mengagumkan dapat tersaji cepat.

Tapi….bukan! Bukan ini yang aku maksud!

Hanya terlintas saja kira2 kayak apa database dari akun2 Facebook khususnya pengguna dari Indonesia??

YANG TERPIKIRKAN ADALAH :

* Penuh dengan Status lucu [kalo ga mau dibilang ‘lebay’]…ya-karena banyak fesbuk-ers Indonesia yg tulis status-status ga jelas hanya pengen dikomen…ah cuman menuh2in FB aja…

* Status palsu…ngakunya ‘pegawai pemerintahan’ kerjanya Fesbukan mulu… ngakunya lagi sakit berat tapi ya tetep komen 100 status temen…ngakunya lagi sedih tapi tulis wkakakakakkkk  terus….etc

Status Alay….GaAGh us54h d84aHa5 kyYa’nhAa!

Penuh album Foto diri… mentang2 gratis simpen di sana, upload ratusan foto…rasain kalo disalah-gunakan ato di-edit pake ‘sotosop’

* Facebook ‘Sekarat’ ….maksudnya, dulu lagi booming rame2 pada buat akun, tak jarang buat akun dobel2 sgala ga teu maksudnya apa…giliran kini dianggurin semua males update…jadinya apa?!

* Cowok2 Cerewet…..nah, buat cowok sering2 aja tulis status Facebook tiap menit biar saingan sama ibu2 yang lagi ngrumpi di tetangga sebelah…

* Cewek2 ‘sangat’ cerewet….diantara temen2 FB-mu persen-nya banyakan mana recent post status cewek sama status cowok? Pasti cewek!

* Chat yang salah tempat….iya-nulis status*dikomentari 1 temen*bales komen*komen lagi*komen lagi….dst… [e-iya kalo chatting  kan datanya langsung ilang, tapi kalo pake ‘chat’ model tadi kan bisa kesimpen lama di database FB, lagian bisa dipamerin ke teman yang lain]

* Ga puas-puas…..  pasang Foto-diri  jumlahnya 300*tiap foto di-Tag ke semua temennya nyang jumlahnya 3000 orang…ampun!!

*Cowok2 ‘Perhatian’…liat aja temen cewek yang punya tampang selangit cakepnya lagi nulis status satu kata aja [misal : huft..ato cape’…ato .. lapeeerrrrrr….dll semacemnya..] …kemudian …liat cowok2 ‘perhatian’ pada langsung berebut ngantri buat kasih komentar….sukur ga pake berantem!

* Interest sama diri sendiri…nulis wall post tak lupa di kasi signature ‘jempol-suka’….jaga-jaga takut ntar kalo ga ada yang ‘suka’

*Tulis novel di Halaman info profil…biar keliatan keren info data diri di isi panjang2…status hubungan, semua temen di masukin ke sodara…Kesukaan dan minat di-isi sampai satu halaman  …pokoknya tak ada tempat buat spasi!

*…………….dll

Sudahlah, postingannya ‘subyektif’ banget., ga usah di-terus2in! Banyak-kok pengguna FB Indonesia yang ga seperti tulisan di atas. Yang kayak di atas juga ga sedikit. Yang lebih ‘parah’-pun ada!

Siapa Bilang Facebook Itu Alay!

Category : disclaimer, facebook

[Pipimerah.com] Apa ada hubungan antara Facebook dan Alay? Ternyata ada! [terserah mo’ dibilang ‘dicari-cari’ atau serangan balik, atau provokasi dan semacamnya…..]. Kalo dicermati pengguna Facebook, baik ‘pemula’ atau ‘muka-lama’ punya banyak alasan untuk disebut ‘Alay’. Dari beberapa versi arti ‘Alay’ [link], ternyata facebook merupakan ‘kerajaan’ yang sangat cocok untuk mengembangkan potensi ke-Alay-an seseorang.

BERIKUT INI HUBUNGAN SIMBIOSE MUTUALISME ANTARA FACEBOOK DENGAN ALAY :

* Facebook itu gaul dan gratis, dan Alay juga punya kriteria orangnya [sok] gaul dan [maaf] soal keuangan dalam posisi menengah kebawah. Seseorang yang pengen eksis tapi kekurangan modal bisa gabung di Facebook karena sah saja tanpa ketahuan stratanya gimana.

* Facebook itu mudah, kamu nggak perlu pusing-pusing paham bahasa pemrograman atau kode HTML. Ayo gabung biar dikira [sok] techno abis, tanpa perlu ngerti sampai kedalemnya. Yang penting fresh dan baru.

* Alay itu sering menghina orang lain yang nggak sama dengan dia. Sering kali ada hal kayak gini, “…hari gini nggak punya fesbuk, gaptek banget loe…” Eh-apa iya? Padahal di negeri asal Facebook banyak pula orang yang nggak punya akunnya dan mereka juga bukan orang yang ‘gaptek’

* Yang pasti di Facebook kamu akan terbiasa menjumpai postingan status yang Alay banget seperti ini:

— nulis statusnya pake huruf GedE keCiL-gEdEkeciL

— nulis status gak jelas dan selalu pake kata2 yg diulang ini : wkwkwkwk,ckckckck,kyakyakya,huft,…masih banyak lagi!

— Dengan bahasa yang aneh, bikin pusing yang membacanya, contoh :

– aQuWh, maNi3eZz,

– iya : ia
– kamu: kamuh,kammo,kamoh,kamuwh,kamyu,qamu,etc
– aku : akyu,aq,akko,akkoh,aquwh,etc
– maaf: mu’uph,muphs,maav,etc
– sorry: cowyie,cory,tory(?),etc
– add : ett,etths,aad,edd,etc
– for : vo,fur(zz),pols,etc
– lagi : agi,agy
– makan: mums,mu’umhs,etc
– lucu : lutchuw,uchul,luthu,etc
– siapa: cppa,cp,ciuppu,siappva,etc
– apa : uppu,apva,aps,etc
– narsis: narciezt,narciest,etc

* Alay punya nickname yang digabung sama nama orang yang disuka. Misalnya : pippii saiianks sii merrah…” atau “pippii cinta dya” dll…. Nah, liat aja banyak gak nama2 seperti itu di facebookmu…

* Alay juga suka nama mengagung -agungkan diri sendiri,seperti : pRinceSs pPip cuTez, piPp luccU, pPipii cAntieqq,etc. (pede bgt sih?). Teman Facebook kamu ada ga pake nama seperti itu…

* Alay itu males dan orangnya cukup puas dengan ngerti luarnya saja. Facebook-ers sama! Daripada nggak tau mo berbuat apa, mereka pilih ngetik status  nggak jelas ato kasih komentar di Facebook teman. Lupain yang lain2 seperti browsing situs yang nambah ilmu dan nambah ‘dollar’ hehe…

* Soal narsis? Jangan ditanya! Lihat info profil ada tulisan kaya’ gini : “aq tuh…. cntik…. lucu…. punya cowo ganteng…”

* Soal narsis lagi, lihat banyaknya pengguna Facebook yang bikin album foto diri yang ‘gak banget’:

–  nyimpen foto2 sampai banyak >100 dan itu foto diri semua.

–  dengan gaya di imut imutin,dideketin lampu biar‘terang bgt’,foto deket bgt dari wajah *biar jeleknya ga keliatan*,foto dari atas *biar kelihatan keren kali ya*,dll..pokoknya yang bisa bikin ENEG semua orang

–  gaya dengan bibir monyong, telunjuk nempel bibir, gaya tangan dengan oke di pinggir kepala dan foto dari atas, dll…

* Alay itu sok cute dan gaul, kalo punya Facebook yang cewek punya daftar temen cowok-cowok ganteng, yang cowok nge-add cewek2 yang cantik. Meski ga kenal, biar dianggep gaul.

* Punya anggepan dirinya selalu eksis, makanya suka banget online meski hanya lomba banyak-banyakan nulis status ga jelas ato kasih komen status teman biar dibilang laku keras. Heran juga liat cowo yang yang jadi ‘cerewet’ banget kerjanya tiap saat cuma nulis status ‘gak jelas’. Parah lagi kalo jadi perhatian banget sama teman yang kira2 punya tampang oke,,dia tulis apapun langsung dikasih komen. Pilih kasih jadinya…Rasain yang punya tampang pas2an..bakal sepi komen….

* Punya perasaan  bangga dengan akun Facebook-nya.

* ….masih banyak lagi hubungan yang dapat dicari, kamu aja yang nambahin!

Bukannya meng-hakimi Facebook itu Alay, Alay itu Facebook. Banyak juga pengguna Facebook non-Alay. Mereka punya postingan status yang berat dan berisi juga. Semua tergantung individu-nya masing-masing. Secara, untuk tujuan tertentu blog inipun juga punya halaman Facebook. Terserah penilaian kalian kalo bilang Facebook-ku juga Alay. Postingan ini hanya menekankan bahwa di Facebook kamu bisa kembangkan potensi ke-Alay-an kamu.

Betapa Susahnya Menghapus Akun Facebook Secara Permanen

Category : facebook

Pengguna Facebook sebanyak 500juta. Fantastis! Situs pertemanan milik Zuckerberg ini makin hari makin ‘gendut’. Mark Zuckerberg memulai Facebook dari asramanya di Harvard pada 2004 saat masih berumur 19 tahun. Dalam hitungan 24 jam, lebih dari 1.000 orang teman kuliahnya di Harvard ikut mendaftar di situs jaringan sosialnya itu. Tempo satu bulan, setengah mahasiswa di kampus itu telah memiliki profile di Facebook.

Disaat pengguna Facebook makin hari makin bertambah, ada banyak orang yang meninggalkan akunnya. Baik secara permanen atau meninggalkan sementara (deaktif).

Ada beberapa alasan mereka menghapus akunnya:

–                             Penyalah gunaan profil pribadi. Seseorang dapat menulis segala hal yang sebenarnya sangat privasi  di dinding akun kita. Rahasia itu sudah tidak kita miliki.

–                             Banyak potensi SPAM mengingat pengguna Facebook sedemikian banyaknya. Data2 diri dapat tercuri dengan mudah.

–                             Pengguna tdk menemukan apa yang diinginkannya. Niatnya mencari teman, tetapi kenyataannya teman sejati tak pernah dijumpai di dunia maya

–                             Alasan kultural. Banyak pengguna FB menghapus akunnya setelah dirasa bertentangan dengan kultur yang ada (misal:banyak pengguna Fb yang muslim menghapus akunnya setelah tahu pendirinya seorang keturunan Yahudi)

–                             Tidak berguna. Facebook ternyata hanya membuat malas dan menghabiskan waktu luang. Banyak perusahaan yang kehilangan produktivitasnya karena pegawainya banyak men-curi2 waktu untuk membuka Facebook

–                             Tidak mau terikat. Banyak pengguna yang tak mau repot2 untuk selalu memperbaharui status postnya. Akhirnya mereka memilih me-nonaktif-kan  akun Facebook

–                             Bosan. Meskipun Facebook didesain penuh aplikasi, tetapi pengguna yang selalu update dengan situs2 baru merasa cepat bosan dengan perkembangan Facebook yang mungkin dirasa lamban.

Tetapi, tahukah kamu menghapus akun Facebook secara permanen itu susah sekali?!

CARA MENGHAPUS AKUN FACEBOOK SECARA PERMANEN:

– Hapus semua kawan satu persatu.

– Hapus semau wall posts

– Hapus semua komentar yang dikirim, dengan cara masuk ke halaman profile lalu pilih tanda “x” dan pilih “delete” di setiap kotak wall dan komentar.
– Hapus semua foto profil,album,foto kiriman. Caranya, masuk ke halaman foto, lalu hapus satu persatu.

– Keluar dari group,fan,supporter.

– Hapus semua info profil.

– Hapus semua tag yang ada di halaman foto.

– Hapus semua pesan yang diterima atau dikirim.

– Hapus semua mini-feeds/news-feeds yang ada

– Hapus semua applications, gift,etc

– Kirim email ke  http://www.facebook.com/help/contact.php?show_form=delete_account dan pilih hapus akun secara permanen. Masukkan password anda lalu masukkan kata sandi yang terlihat.

Bagaimana? Sudah berapa lama punya akun Facebook dan berapa juta wall posts dibuat? Berapa orang yang sudah di-add? Berapa tag, komentar, interest, pesan, feeds, …dll yang telah dibuat?

Jika  telah memasukkan ratusan atau ribuan data di sana — baik berupa pictures, friends, messages, wall-posts, mini-feeds, news-feeds, posted items, interests, groups, applications, gifts, dan lain-lain? Maka bersiap-siaplah kecewa bila suatu saat ingin keluar dari Facebook, mereka akan tetap “mengunci”di dalam.

Susah juga ya! Bayangkan bila sudah satu tahun lebih di Facebook dan aktif meng-update, berapa ribu pesan yang sudah ditulis pada “wall posts”, berapa banyak pesan yang telah dikirim dan diterima dari teman, berapa ribu orang yang sudah  ditambahkan sebagai “friends”, dll. Maka, untuk menghapus akun kita harus me-remove semuanya satu per satu dulu! Pekerjaan yang sangat melelahkan !

Kesimpulannya adalah kalo kita sudah punya akun Fb dan aktif memperbaharui konten, hati-hati dan berpikir matang apakah semua data tersebut tidak akan jadi masalah bila suatu hari  hendak menutup akun Facebook. Itu saja!

Facebook Blue Part Thirteen

Category : cerpen, facebook

Sore-sore arah rumah Bayu.

Facebook lagi-Facebook lagi! Beranda, status terbaru, tambah teman, tulis komentar, …Hah! Bayu sebel banget! Abaikan-abaikan! Kalimat-kalimat itu selalu muncul di kepalanya, turun ke puser, terus ke kaki. Narik-narik urat saraf hingga langkahnya gak konsen nyusuri trotoar jalan. Akibatnya, gerobak sampah yang segede gajah bunting sukses ketabrak kakinya. Gedubrak!

“Abang pelit amat, rumah gue tinggal deket lagi, tuh di belokan sana…” protes Bayu waktu sopir angkot ngusir dia turun dari mobilnya tadi.

“Yeeee, udah numpang pake nyuruh orang lagi. Udah cepetan turun!”

“Dikit lagi kenapa, sih?” Bayu masih gak mo’ turun, “..sopir teladan cepet masuk surga, gak pake ditimbang…”

“Heh, kagak bisa!” abang sopir mulai marah. “Cepet turun, ntar gue telat ke pertemuan Facebook!”

Bayu gak punya pilihan lagi. Ia heran dan ngelirik ke sopir angkot itu. Kayaknya emang tongkrongan mo’ datangin pertemuan. Dandanannya terlalu rapi untuk ukuran sopir angkot. Rambutnya disisir klimis (mungkin abis minyak sebaskom buat minyakin rambutnya!)

“Iyalah…gue turun sini,” akhirnya Bayu nurut. “Tapi ntar abang pulangnya gak usah malem-malem, sama di sana gak boleh berantem” pesennya sambil meloncat turun dari mobil angkot. Abang sopir cuma manggut-manggut gak paham.

Dan sekarang Bayu lagi benerin sendi kakinya yang sepertinya lepas akibat nabrak gerobak sampah tadi. Untung gak parah. Cowok manis itu kembali nerusin jalan. Pikirannya belum pulih benar. Langkahnya masih limbung. Kayak di sinetron tivi, ia nendang apa saja barang-barang kecil yang menghalangi langkahnya. Botol akua, kaleng minuman, bungkus rokok, jam tangan, hape, but….

Cuuttt!!!

(Duit gopek kecetak jelas di retina matanya dan …Plaassst!! Langsung ia amankan ke saku jeans. Rejeki tiban!)

Cowok itu tadi abis dari rumah Hepi, soulmate-nya. Tapi karena motor ‘monster’nya lagi dipinjem Gedur, temennya, terpaksa ngapelnya pake naik angkot. Wuih setia banget! Bela-belain dandan abis di salon (ih!), sampai rumah Hepi, gak ditemui yayangnya itu. Bayu kecewa. Hepinya lagi pergi entah kemana. Yang ada cuma Uyo, tukang kebonnya yang meski cowok tapi gayanya centil banget. Amit-amit pake ngajak ngobrol lama segala. Bayu gondok. Tambah lagi, Uyo yang saat itu mengenakan tanktop merah cabe ngedipin dia terus. Begitu ada kesempatan dia langsung kabur.

Bayu nyesel kenapa gak nelepon dulu pas mau datang. Kalo gak karena sayang, mokal dia ke rumah Hepi. Sore-sore gini mending di rumah ngupi sambil facebook-an.

Tapi, gak ding!

Bayu sebel sama makhluk yang namanya Facebook itu. Semula dikiranya situs internet yang ada hadiahnya semilyar. Heboh banget. Temen-temennya ikut semua dan selalu ngomongin pas ngumpul bareng. Kayak wabah flu burung, semua orang demam facebook. Bayu penasaran juga pingin tau. Eee…gak taunya situs pertemanan di internet.

Bayu menyurutkan langkah padahal pagar rumahnya sudah kelihatan. Berbelok nyebrang jalan dan masuk ke warung ayam goreng di situ. Tiba-tiba saja cacing di perutnya ngitik-ngitik usus. Lapar! Sejenak Ia ragu untuk pesan makanan. Ia gak bawa duit selain koin gopek hasil nemu harta karun tadi. Dompetnya ketinggalan di kamar waktu mo’ berangkat ke rumah Hepi. Tapi peduli amat, ngutang dulu!

“Satu sama jeruk anget, ya” pesen Bayu nekat,” tapi ngutang dulu,soalnya gak bawa uang, nih, mbak”

Mbak Yani yang punya warung cuma senyum. Dia sudah kenal Bayu karena sering makan di warungnya.

Sembari nunggu pesanannya selesai Bayu celingukan melototin ruangan warung. Ada yang hilang! Desisnya. Ia tak mendapati wajah manis Ririn, adik mbak Yani yang biasa ikut bantu-bantu di situ. Bayu suka lama-lama pandangi gadis itu yang menurutnya manis alami gak cuma casing doang.

“Ririn kemana, sih, mbak?” tanya Bayu begitu mbak Yani datang dengan ayam goreng pesanannya.

“Lho-tadi bukannya pergi sama kamu? Mbak kira kalian berdua” jawab mbak Yani heran.

“Enggak, mbak…”

“Aduh tadi siapa, ya? Mbak kurang jelas ngeliatnya. Tapi bener tadi itu boncengan pake motor kamu. Mbak yakin sekali..” mbak Yani mulai kuatir

Bayu ikutan bingung. Siapa ya? Pake motornya? Sialan! Batinnya. Pasti si Gedur yang pergi bersama Ririn. Tadi bilangnya pinjem motor buat nganter adiknya yang mo disunat. Ternyata buat nyulik anak orang! Baru seminggu Gedur belajar naik motor, rasain kalo jatoh lagi!

“Pasti sama Gedur, Mbak,” ujar Bayu” anak itu emang kurang kerjaan!’

“O-iya, mbak ingat…” mbak Yani lega, “pantesan pagi-pagi sudah kesini bisik-bisik ngajak Ririn ke pertemuan facebook”

Nah facebook lagi! Mana sih tempat di dunia ini yang penghuninya gak kejangkit demam Facebook? Bayu mengerutu. Dia jadi inget kisah Gedur yang jatuh dari motor. Seminggu lalu abis sekolah Gedur pinjem motornya. Katanya mo’ belajar jadi pembalap. Belum fasih bener pegang stang kemudi, dia sudah tancap gas kenceng. Akibatnya dia dan motornya jatuh ke kali pinggir jalan. Parah, Gedur sampe dibawa ke Puskesmas segala. Bukannya luka ato patah tulang gitu, Gedur diopname karena masuk angin gara-gara kerendem air kali. Dia sempet gak sadarkan diri beberapa jam. sudah gitu pake ngigau keras lagi, “Facebook status baru : pingsan mode ON…!!”

Hi…hi…

Ah-Gedur, udah mo tamat masih nyebut jejaring pertemanan itu. Bayu ngikik sendiri sambil makan ayam goreng yang tinggal daging-daging tipis.

“Kamu nggak ke pertemuan facebook, Bay?” tanya mbak Yani tiba-tiba

Bayu kaget. “Engga, mbak. Lagi males. Lagian gak demen facebook”

“Ah, yang bener?….ato kamu ditinggal sama cewek kamu….”

Bayu diam.

“lagi marahan, ya?” celetuk mbak Yani lagi.

Bayu tetep diam.

……………………….

Bayu akhir-akhir ini emang dikit pendiam.

Awalnya di sekolah. Dia lagi bete sama Hepi. Meski satu sekolah dia gak mau nemui pacarnya itu. Jam istirahat sering ia habiskan ngumpul bareng teman cowoknya. Main tak-umpet (he, udah gede masih main gituan!), ato baca-baca di Perpus, ato main internet di lab komputer sekolah. Tapi celaka, bukannya buka situs sains ato semacamnya, tapi malahan buka situs…(ehm!). Dia ketahuan dan digiring ke kantor guru. Bayu malu.

Hepipun tahu tragedi itu.

“Bay, kamu serem banget buka situs begituan. Gak ngerti apa kalo komputer sekolah kita sudah diprotek?” kata Hepi waktu mereka gak sengaja ketemu di kantin.

Bayu diam saja. Sibuk mijit-mijit sedotan minuman, kadang digigit ujungnya. Hepi jengah liat muka masem Bayu.

“Kamu kenapa, sih, akhir-akhir ini beda banget?” kata Hepi lagi.

Uaakhm!!!

Bayu terlonjak. Rupanya ujung sedotan yang digigitnya grepes ikut ketelan. Bayu kaget sendiri.

“Ga lucu!” omel Hepi sambil nonjok perut Bayu.

“Adaaawww!!” Bayu buka suara juga. Dia meringis kesakitan..

“Tuh, biar kapok! Makan sekalian aja gelasnya” tambah Hepi sebel.

Bayu mendelik.

“Heran ya liat gue?” akhirnya keluar juga suaranya. “Emang! Akhir-akhir ini gue emang beda. Rambut kribo gue tambah panjang. Gimana, tambah ganteng, ya?” katanya ngelus-elus rambutnya yang kribo asli.

“Ih-maunya. Jelek!” sungut Hepi membuang muka.

Bayu ketawa. Setelah itu dia diam lagi.

Hepi manyun aja. Hepi bukannya gak ngerti kalo akhir-akhir ini Bayu aneh. Gak nyapa pas ketemu, gak pasang muka manis, ga ngajak pulang bareng. Hepi tahu. Ia cuek saja. Dipikirnya paling aksi Bayu bentaran doang. Tapi sudah hampir tiga minggu Bayu pede dengan aksinya itu.

“Kamu marah sama Hepi, ya? Maafin Hepi deh…” Hepi coba mengalah

“Apa yang perlu dimaafin? Gak perlu minta maaf! Elo gitu banget. Ngapain tiap gue kerumah lo selalu gak ada. Ngeloyor sama genk elo.Ngapain lo ikutan mereka. Maniak sama facebook sampai ikut-ikut pertemuan segala! Terus lupain gue!” kata Bayu dongkol

“Heh, cuma gara-gara Facebook kamu marah sama Hepi? Kamu tau aja semua cewek juga nglakuin kaya’ Hepi. Paling juga ga lama” Hepi coba berdalih.

“Gue gak ngomongin cewek.gue ngomongin elo.”

“Iya, tapi kan??

“Iya. Gak hanya sekali, tiap datang kerumah lo, lo selalu gak ada!”

“Maafin Hepi, deh..”

“Gak!” sahut Bayu keras

“Terus mau kamu apa?”

“Elo pacarin aja temen-temen Facebook lo!”

Bayu bener-bener marah, sampai kemudian…

“Kita putus!” ujarnya Bayu mantap,”…ntar kalo jodoh juga nyambung lagi!”(yeeee…)

Hepi menatap gak percaya mata Bayu. Masa gara-gara Facebook Bayu bisa sekejam itu? Hepi berbalik dan pergi, tapi suara Bayu memanggilnya.

“H-Hepiiii…..” teriaknya. Dia mulai kuatir dan suaranya jadi memelas gemeteran..“H-Hepi…B-Bukan b-berarti k-kita t-terus p-putus b-begitu a-aja…..b-bukan b-berarti k-kita g-gak t-temenan l-lagi….t-tolong s-sekali i-ini b-bayarin e-es c-cendol g-gue b-baru k-kita p-putus….”(yeeee lagi….)

“Gaakkkk!!!” kata Hepi berlari kenceng masuk kelas.

Bayu sebenarnya sedih mengucapkan kata putus itu. Ia gak sungguh-sungguh. Baru seminggu saja ia sudah kangen. Kalo malam gak ia denger lagi suara Hepi nelepon, di sekolah gak ditemui lagi muka imut Hepi yang mirip Koo Hye Sun di serial Boys Before Flowers, lebih rugi lagi di kantin gak ada yang bayarin dia minum es cendol. Bayu sering nangis kalo inget itu semua. Jujur, dia merindukan cewek paling manis se-Indonesia itu (hi…hi…)

Makanya, ia berniat datang ke rumah Hepi meralat keputusannya yang dulu itu dan minta maaf. Tapi malang gak dapat ditolak, Hepi gak ada di rumahnya.

selanjutnya[…]

update : bagian terakhir ‘ Facebook Blue Part Thirteen’