Mahameru III : Reaching The Summit At Dawn

Category : panorama, tinta hijau

 
 

Reaching The Summit At Dawn


 
 

 pos terakhir nge-camp di Arcopodo

 

 akibat hujan kemarin jadi pada masuk angin..dipasangin plester biar tambah kuat mendaki puncak

 

 masih ada cukup waktu buat jaga kondisi-istirahat-tidur sebentar. hHah hujan mulai turun..

 

 malam hari hujan dah reda, lewat tengah malam mulai bergerak merangkak ke puncak mahameru

 

 berat tapi mantap. hingga air ludes belum nyampe atas

 

 saat subuh sampai juga di puncak 3676. Thanks God

 

 iyah kita dah sampai…senengnya

 

 kepulan asap dari kawah Jonggring Saloka

 

 nice hair…, Krib

 

 kalo ga pake DSLR kayanya ga tembus yaa…

 

 nyante di ketinggian…

 

 masih cukup waktu untuk menikmati apa saja di puncak mahameru

 

 berasa seperti berada di puncak mana gitu…

 

 huumm malah tidur..!

 

 pendaki lain mulai berdatangan

 

 persahabatan di ketinggian 3676 mdpl

 

 matahari mulai tinggi. saatnya turun

 

 jalur pasir mulu mendaki puncak mahameru. turunnya enak seperti main perosotan sampe bawah

 

 tak lama sampai camp kita di Arcopodo. Istirahat sebentar kemudian diteruskan perjalanan turun gunung. Jangan lupa bawa kembali sampah anda. Makasih all..

thanks : pier, field, paul, joyo, bayu, candra, and maia

http://pipimerah.com

 

Mahameru II : perjalanan Ranu Kumbolo – Arcopodo

Category : panorama, tinta hijau

 

Reaching The Summit At Dawn

 

 

 humm…sampai juga di bumi perkemahan Ranu Kumbolo

 

 pinggir telaga bisa didirikan camp…tapi nyari yang agak sepi aja agak ke atas arah Tanjakan Cinta

 

 simetris kan…siapkan kamera DSLR outdoor terbaikmu, kalo ngga ada kamera hape juga ngga apa

 

 kalo pas musim mendaki rame yah kaya pasar malem dadakan di gunung

 

 dirikan tenda nge-camp di Ranu Kumbolo

 

 dah pengen tidur tapi lapeerr….

 

 makan makanan instan dulu aja sebelum masak

 

 nyari air buat masak mie sama bikin kopi hangat

 

 pohon yang tumbang dan masuk ke telaga…tapi ga angker kok!

 

 yang hobi mancing, ada ikannya juga ternyata di danau ini

 

 byuurr…..

 

 umm.. mandi ternyata..jangan jauh-jauh ke tengah telaga!

 

 Esok harinya siap-siap melanjutkan perjalanan

 

 menuju oro-oro ombo

 

 

 

 di antara padang semak di oro-oro ombo

 

 ilalangnya bisa setinggi badan..awas ilang..jangan terpisah dari rombongan

 

 kayaknya ni jalur yang paling asik, soalnya datar ngga bikin cape

 

 nyante aja bro…

 

 sampai juga di Cemoro Kandang

 

 lanjut terus sampai Jambangan

 

 nah kalo ini dah sampai pos Kalimati

 

banyak kan yang mendirikan tenda di Kalimati. Di sini ada sumber air kira-kira setengah jam perjalanan dari camp. Kita ngga nge-camp di sini tapi terus naek ke atas ke Arcopodo

 

.
Thanks : pier, field, paul, joyo, bayu, candra, and maia

http://pipimerah.com

 

Mahameru I :perjalanan Ranupani – Ranu Kumbolo

Category : panorama, tinta hijau

 

 Reaching The Summit At Dawn

 

 

 peta gunung semeru :ketinggian, jarak tempuh, perkiraan waktu

 

 peta jalur pendakian gunung semeru

 

 keindahan telaga ranupani

 

 telaga ranupani, pos informasi

 

 telaga Ranu Regulo yang letaknya bersebelahan dengan telaga Ranupani. Bisa digunakan untuk acara camping bersama keluarga di area campingzone-nya

 

 suasana pos basecamp Ranupani ramai ketika musim pendakian

 

 gapura selamat datang bagi pendaki gunung semeru

 

gerbang awal mendaki semeru lewat jalur watu rejeng

 

 jalur setapak sedikit menanjak berupa pavinblok

 

 rapatnya semak dan pepohonan banyak dijumpai jika lewat jalur ini

 

 menyerupai terowongan, siap-siap aja kalo malam hari menjadi menakutkan dan mistis lewat jalur ini

 

 dari pos IV telaga Ranu Kumbolo terlihat indah. Saatnya instirahat sejenak

 

 pada musim pendakian sekeliling telaga didirikan banyak tenda

 

 Bisa mencari sisi area yang diinginkan untuk mendirikan tenda. Lebih baiknya jangan terpisah dari camp yang lain

 

 setelah istirahat perjalanan dilanjutkan menuju bumi perkemahan ranu kumbolo

 

 

Thanks : pier-field-paul-joyo-bayu-candra, and maia

http://pipimerah.com

 

lanjutan : Di Sini Tak Ada Setan

Category : cerpen

….

 

Rupanya bukan Pos II, melainkan sebuah sumber air. Tak ada siapa-siapa. Giok mencari-cari cahaya yang tadi dilihatnya. Nihil! Giok beringsut dan menurunkan backpack di punggungnya. Mengambil jerigen  dan mulai mengisinya dengan air sumber. Hati-hati sekali, karena harus memisah-misah potongan ilalang yang ikut melayang di dalam air.

Sampai kemudian……..

“Mo’ mandi malem, ya?” terdengar suara yang tak begitu jelas. Giok celingukan mencari asal suara itu, meyakinkan pendengarannya.

“Nggak takut masuk angin?” terdengar lagi suara bersamaan munculnya sosok makhluk di seberang sumber air. Menatap Giok dan memperlihatkan sebaris giginya.

Tapi gigi itu…?? Giok memperhatikan gigi makhluk itu. Lalu….

“K-K-Ku…mis..eh…k-k-kun..kuntilanaaaaakkkkk….!! Jerit Giok meloncat dan berniat berlari secepatnya. Ia tak memperdulikan senternya masih tergeletak di pinggir sumber air. Tak ayal, baru beberapa meter kakinya tersandung dan ia terjerembab ke gerumbul semak.

Giok sangat ketakutan, apalagi ketika sosok setinggi dirinya itu mendekat. Ia hanya bisa pasrah dan membenamkan mukanya ke semak. Matanya terpejam dan tubuhnya menggigil. “Tuhan…s-semoga ini hanya m-mimpi…s-semoga d-dia L-Lunamaya..a-atau R-Rihanna…a-atau s-siapa s-saja…p-pokoknya j-jangan k-kuntilanak….” Doa Giok hampir menangis.

Giok makin membenamkan muka ke semak, ketika sesuatu yang dingin mengguncang-guncang punggungnya. Kalo tidak ingat dirinya seorang cowok, rasanya ia pingin meraung menangis sejadi-jadinya.

“Heh…gue bukan kuntilanak..gue manusia!” ucap makhluk itu akhirnya.

Giok masih belum percaya. Berbagai pikiran berkecamuk di otaknya. Bagaimana kalau makhluk itu bohong dan kuntilanak beneran? Tapi…

Tapi…gigi makhluk itu….gigi makhluk itu pake kawat…masak iya kuntilanak pake kawat gigi?

Rasa penasaran mengalahkan ketakutan Giok. Ia balikkan tubuh. Perlahan matanya dibuka sebelah (jaga-jaga kalo yang dilihatnya kuntilanak beneran, lumayan, mata sebelahnya ga’ ngeliat!)

“Sekarang percaya?” Tanya makhluk itu menyorotkan senter ke muka Giok.

Giok membuka mata sebelahnya. Kini ia percaya makhluk di depannya manusia beneran, cewek kece lagi! Rasa takutnya langsung hilang.

“:Kacian deh kamu…kalo penakut nggak usah naek gunung sendirian, untung kamu belum ketemu kuntilanak beneran….” Kata cewek itu.

“B-Belum..?” rasa takut Giok muncul lagi.

“Iya. Biasanya sejam lagi dia nongol. Tapi dia baek, kok, nggak gigit orang…, Cuma nyekek!”

“Jangan, ah!” potong Giok cepat, “eh iya, gue Giok, elo?” lanjutnya menyorongkan tangan malu-malu.

“Avril Lavigne…” sahut cewek itu pede.

“Sk8r boy dong..yang bener ah!”

“Hi…hi…,” cewek itu tertawa. “Nggak! Gue Meira Aila..” ralatnya.

Meira Aila? Yang suka masuk tipi itu..??

Giok baru saja akan berdiri ketika HP-nya mengeluarkan bunyi, ada SMS lagi :

Enak kale yee, ketemu kuntilanak cakep?

Busyet, siapa sebenarnya yang mengirim SMS teror ini? Giok menatap mata Meira, yang dibalas sahutan, “cewek kamu?”

Giok menggeleng lemas. “Orang ini coba nakutin gue sejak dari bawah,” jelas Giok.

“Kita ke tendaku aja, yuk! Di sana lebih aman, lagian, kayaknya sebentar lagi kuntilanak mo’ lewat sini…” ajak Meira.

“Meira!! Jangan bilang-bilang itu lagi!” Giok langsung meloncat di belakang Meira.

Keduanya menuju tenda yang tak jauh dari sumber air  itu.

“Lo bener manusia khan?” Tanya Giok masih was-was. Beberapa kali matanya mengawasi langkah Meira. Jangan-jangan nggak nyentuh tanah?

Sementara itu, tiga puluh meter dari mereka, sosok bertaring dan berkuku panjang mengendap-endap di balik semak, terus menguntit.

…………………………

Meira ternyata baik banget. Giok bersyukur bertemu gadis itu, yang tampangnya mirip Marsha T, bintang FTV di film ’Cintaku Full Nggak 1/2 Setengah’. Bahkan Giok diperbolehkan tidur di tendanya, sementara dia asyik menulis cerita di luar.

Giok masuk ke tenda dan menggelar sleeping bag.

Tuitt…tuitt…tuitt…!! Ada SMS lagi di HP Giok.

Rasanya emang bener ada setan. Sia-sia lo nyungsep ke sleeping bag….

Huaaa…s-s-setaaannnn!!! Giok langsung panik. Tangannya merogoh sakunya. Sebilah pisau Victorinox tergenggam. Ia bersigap..

Siapa yang mengirim SMS? Siapa yang tahu kalo ia lagi tidur di sleeping bag? Siapa lagi kalo bukan setan?!

Kriniig..kriingng…kriiingngng…!! Ada bunyi lagi. Sekarang bukan SMS, ada suara di HP Giok

“Hallo…ini layanan telepon premium.
anda telah menerima empat SMS.
ketik huruf pertama SMS-SMS tadi.
selanjutnya kirim ke nomor ini…. ”
kata suara di telepon itu.

Giok sepertinya mengenal suara itu. Dia tak langsung menjawab dan segera membuka kotak masuk HP-nya. Membaca empat SMS teror itu lagi dan memperhatikan huruf-huruf pertamanya.

Dan….

“Haaahhhhh……jeleeeekkkkk…!!!!” teriak Giok kegirangan. Dia sekarang tahu siapa pengirim SMS misterius itu. “Jeleeekkk…jeleeekkk…jeleeekkk…!!”

Lima menit kemudian, Giok telah meringkuk di sleeping bag. Suara dengkurnya melesat, beradu dengan deru angin di luar tenda.

Giok tak tahu bahwa sosok bertaring dan berkuku panjang yang selalu mengikutinya dari bawah, berjalan terseret-seret mendekati kemah. Lidahnya terjulur.

Bukannya takut Meira malah mendekati makhluk itu.

“Aduh kasihan…kamu pasti lapar dan kedinginan…” kata Meira mengelus-elus makhluk itu, “..sebentar, aku ambilkan makanan…”

Meira segera menuju tenda yang di dalamnya Giok sedang tertidur pulas. Makhluk itu mengikuti.

Meooong…meooong

……………09STOP04……………

 

( special gift for anak-anak Dorsal Mrangkang :
 “naek gunung lagi, yuk! Gak ada setan, kok. Mereka pada ribet main ‘tak-umpet di tipi!”)

 

.: gitu aja ceritanya, kalo pengen baca dari awal klik di sini

 

.